Postingan

I LOVE YOGA, hobi yang membuat aku jatuh cinta...

Gambar
   Setiap kita pasti memiliki hobi atau kesukaan masing-masing. Mulai dari yang berhubungan dengan olahraga sampai berkesenian. Apa saja. Banyak. Bebas.    Begitu juga denganku. Sejak kecil, aku itu senang sekali membaca, lanjut menulis. Mengeksplorasi pula kemudian kegiatan-kegiatan yang lain, merambah juga ke seni juga musik. Perihal seni,  aku sempat menyukai dan mencoba beberapa diantaranya, namun belum terlalu diintensifkan, baru beberapa dan baru sedikit saja. Ada beberapa hobi lain pula yang sukai seperti jalan-jalan dan berpetualang.     Namun, anehnya kemudian, ada satu hobi yang kemudian menjadi begitu aku sukai, bahkan sepertinya aku sudah jatuh cinta padanya, dan dengan senang serta penuh semangat terus-menerus menggeluti dan mempelajari juga mempraktekkannya hingga saat ini.    Padahal sungguh lucu pula bila diingat-ingat, sebab sewaktu kecil(saat duduk di bangku SD) aku sangat menghindarinya alias tidak menyukainya, kemampuanku juga rasanya dibawah rata-rata karena rasa t

Titik Permulaan Itu Dimulai Dari Sini

Gambar
  Titik Permulaan Itu Dimulai Dari Sini Annline                 Waktu benar – benar seperti berlari. Sungguh tidak terasa. Tahu – tahu sudah ada di titik penghujung. Dimana semua itu sudah dilalui. Dengan segala hasil yang ada dan terlampaui. Mulai dari hulu hingga hilirnya.             Kata berpisah adalah sebuah kata yang selalu berat untuk diucapkan. Karena memang tidak ingin juga tidak suka. Karena memang sesungguhnya sudah cinta, terlalu cinta bahkan, sejak awal, sejak dahulu. Sejak dulu, ketika mulai bermain dan mengakrabi aksara, setelah cukup puas membersamai kata di hari – hari.             Rasanya sungguh senang dan lega sekali. Merasa beruntung bisa mengenal dan menjadi bagian dari keluarga besar Backpacker Jakarta (BPJ), yang ternyata didalamnya diketahui pula memiliki Klub Blogger dan Buku (KUBBU).   ***               Pucuk dicinta ulam tiba, haha. Ini dia, yang aku suka…ada wadah untuk aktivitas yang kucinta, Membaca dan Menulis. Sedikit cerita, bergab

Sayap-Sayap Mimpi

Gambar
  Sayap – Sayap Mimpi Annline   Senja beranjak tiba, saat aku tehenyak bangkit… seolah bangun dari terlelap sesaat.   Usia telah beranjak dewasa.   Meninggalkan usia-usia remaja saat hari-hari dihiasi oleh canda dan tawa seolah tanpa beban dan lara.   Saat saya dan sahabat berbagi cerita tentang mimpi, harapan asa dan cita-cita.   Seperti mentari yang terbit di ufuk timur, tidak terasa sudah sepenggalah naik diatas ubun-ubun, pun demikian dengan usia.   Masa remaja telah beranjak, saat-saat kuliah terlewati bagai angin yang terhembus saat shinkanen lewat.   Kemudian terlempar ke dunia nyata dimana mimpi dan harapan harus bertemu dengan realita.   Realita kehidupan, dunia kerja yang tidak pernah hadir sebelumnya dalam imaji.   Aneka pelik kehidupan yang tak pernah terbayangkan akan menyapa hari-hariku.   Maka diujung senja hari ini, aku termenung… kemanakah mimpi-mimpi itu bergulir.   Adakah masih segenggam asa dan harapan.   Menghadirkan secercah asa.. agar sayap-sayap

Untuk Banteng Pahlawanku

Gambar
  Kepada Bantengku Banteng Pahlawanku Oleh : Annline             Membaca judulnya, mungkin kamu jadi bertanya – tanya, ini puisi atau apa sih ?hehe..silahkan dibaca dan disimpulkan sendiri yaaa..haha…karena aku belum jago – jago amat merangkai kata alias ‘Aku Bukan Pujangga’, dan jangan terkecoh pula dengan kata, banteng!, sebab..banteng yang satu ini bukanlah lambang dari sebuah simbol partai atau apa, tidak sama sekali ya..haha. Ia hanyalah sebuah kiasan dari cerita yang dipuisikan, cerita tentang sosok seseorang yang…..             Sosok itu           Lugu putih melagu           Terlihat terdiam, pucat juga kaku           Membisu dan mengiba           Raut wajahnya                      Berikutnya,                    Ia nampak payah                    Gembolan menjulang tinggi                    Hinggap dipunggungnya, menggelayut                     Membuatnya seperti berjinjit   ***             Pandangannya tajam, tak berkedip           Ter

Kepada Pahlawan Kelelawarku

Gambar
  Kepada Pahlawan Kelelawarku Annline     Kepada Pahlawan kelelawarku yang jauh disana,             Hei kamu, apa kabarnya? Baik – baik sajakah kamu disana? Aku harap begitu ya… Sudah lama sekali ya sejak terakhir kita tidak saling berbicara atau sekedar mengucap salam dan menyapa satu sama lain. Hari ini ditanggal yang sama dengan saat itu, kita..atau kamu, mau atau sudah menjadi asing. Tanggalnya sama persis seperti saat ini aku menulis surat ini untuk kamu. Apkah kamu tahu? Saat itu aku menangis, menangis pilu sekali, aku menangis di dalam hati, menangis tanpa suara, tanpa kamu tahu sama sekali, aku hancur juga sakit sekali waktu itu..masih terasa sampai hari ini juga sebenarnya…           Hei, aku disini ikut tantangan menulis cerita selama 30 hari, tiba-tiba aku jadi ingat bagaimana kamu akan bereaksi dengan antusias jika tahu tentang hal ini, seperti dulu..apa saja cerita remeh dariku kamu selalu saja tertarik dan ingin tahu. Ahhh…kamu membuat aku jadi rindu…rin

Kamu dan Waktu

Gambar
Kamu dan Waktu Annline              Semakin lama, aku merasa semakin jarang mendapatkan hadiah secara personal. Hadiah dari seseorang yang sangat dekat dan memiliki hubungan khusus denganku. Semakin pula tidak mengharapkan apalagi mendambakannya. Meski tetap senang dan bersyukur juga bila mendapatkannya. Tidak seperti di zaman ketika masih senang merayakan hari lahir. Aku juga tidak banyak memikirkan untuk mendapatkan atau menerima hadiah, meminta atau menuntutnya juga tidak. Hadiah seperti baju, perhiasan atau sepatu juga tas tidak terlalu menggoda buatku untuk bisa memilikinya.             Rasanya aku sudah cukup bahagia hanya dengan bisa merasakan kehidupan itu sendiri sebagai hadiahnya. Udaranya, airnya, sinar mataharinya. Bisa sehat, bahagia ceria, dapat menjalani aktivitas sehari - hari dengan lancar, berbagi juga bermanfaat adalah sebuah definisi hadiah dalam bentuk abstrak untukku. Termasuk pula ke dalam hadiah yang tak ternilai harganya dari Sang Pencipta.          Bersyukur d